Selasa, 15 Desember 2015

Contoh Kerangka Paper

Kerangka Paper

1.      Tema: Gaya Mengajar Guru yang Menyenangkan

2.      Kerangka:

                                i.            Apakah Itu Mengajar?
·         Pengertian mengajar
Mengajar adalah kegiatan yang dilakukan guru dan anak didik secara bersama-sama untuk memperoleh pengetahuan melalui proses pembelajaran yang akhirnya membentuk prilaku atau kepribadian anak. Sedangkan secara teoritis, mengajar lebih bersifat penyampaikanpengetahuan, dan mendidik lebih beraksentrusi pada penanaman nilai.
Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar atau mengataur dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar.
Berikut ini adalah definisi dari mengajar menurut para ahli
1.      Andri Hakim Mengajar merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa mengajar merupakan sebuah seni, sekaligus sebuah ilmu pengetahuan yang dapat dilatih serta dipelajari.
2.      W.Gulo Mengajar adalah usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang emmungkinkan terjadinya proses belajar itu secara optimal.
3.      Roymond H. Sinamora Mengajar merupakan suatu perilaku yang kompleks. Perilaku mengajar yang kompleks dapat ditafsirkan sebagai penggunaan secara integratif sejumlah komponen yang terdapat dalam tindakan mengajar untuk menyampaikan pesan pengajaran.
4.      Highet, 1954 Mengajar adalah "menjadi" tidak "dijadikan", emosi, nilai - nilai yang dimiliki oleh setiap guru adalah diluar garapan ilmiah, oleh sebab itu menurutnya mengajar adalah suatu seni bukan ilmu.
5.      Gage, 1978 Mengajar adalah suatu seni, akan tetapi itu hanya dalam prakteknya saja untuk memperindah estetika penampilan, misalnya seni dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswa, seni mengatur lingkungan agar siswa senang belajar, seni membangkitkan motivasi dan lain sebagainya.
6.       Doni Koesoema A mengajar merupakan panggilan dan tugas suci dalam hidup.
7.      HR Ibn Abdil-Barr Mengajar merupakan cara terbaik bersedekah. Mengajarkan ilmu akan mendekatkan seseorang kepada Allah.
8.      George Picket dan John J. Hanlon Mengajar merupakan sebuah profesi dan ketrampilan. Tidak semua orang cocok untuk tantangan seperti itu berdasarkan temperamen, pelatihan, maupun pengalamannya.

·         Penjelasan makna Mengajar?
Makna Belajar menurut beberapa ahli yaitu :

1.1)         Belajar menurut teori Behavioristik : Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon.
1.2)         Belajar menurut Waston : Belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diukur dan dapat diamati (Observabel).
1.3)         Belajar menurut Thorndik : Belajar merupakan perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berwujud konkrit yaitu yang dapat diamati atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.
1.4)         Belajar menurut DEPDIKNAS (2003) : Mendefinisikan belajar sebagai proses membangun makna atau pemahaman terhadap informasi dan pengalaman.

·         Apakah setiap pengajar berbeda?
Para pengajar tentu memiliki cara tersendiri dalam mengajar karena setiap manusia memiliki pemikiran tersendiri terkadang ada seorang guru yang meniru gaya mengajar gurunya sewaktu menjadi siswa.



·         Adakah variasi gaya mengajar?
1. Gaya Mengajar Komando 
Guru memberi demonstrasi dan penjelasan, kemudian seluruh peserta didik melakukan gerakan beberapa kali, dengan arahan guru.

2. Gaya Mengajar Latihan
Guru memberi demonstrasi dan penjelasan, dilakukan dalam beberapa tahap sehingga peserta didik paham, kemudian peserta didik melakukan, dan guru berada di antara mereka untuk memperbaiki.
3. Gaya Mengajar Resiprokal 
Guru mempersiapkan lembar tugas gerak yang harus dilakukan peserta didik, guru memberi demonstrasi dan penjelasan serta klarifikasi lembar tugas resiprokal. Peserta didik melakukan dan temannya mengamati lalu mengisi lembar pengamatan secara bergantian. Guru berada di antara peserta didik untuk membetulkan kesalahan dan membantu dalam pengamatan jika diperlukan.
4. Gaya Mengajar Penugasan
Dalam gaya mengajar ini, guru menentukan tugas dan peserta didik diberi kesempatan untuk membuat keputusan apa yang akan mereka lakukan. Tugas dibagi dalam beberapa level. Pada level pertama, seluruh peserta didik melakukan tugas yang sama, dengan tahap yang mereka mampu. Pada level kedua, setiap peserta didik melakukan tugas sesuai dengan capaian pada level pertama. Pada level selanjutnya, peserta didik menerima serangkaian tugas yang mereka bertanggungjawab untuk menyelesaikannya. Guru menyediakan sumber informasi, tetapi peserta didik harus memperkaya dengan sumber-sumber lain yang sesuai.
5. Gaya Mengajar Penemuan Terpimpin
Dalam gaya mengajar ini, guru memberikan tugas melakukan gerak, dan peserta didik diberi kebebasan untuk bagaimana melakukan gerak. Misalnya: guru memberi arahan “Berdiri dalam posisi siap dan melompat sejauh mungkin di atas matras” maka peserta didik akan melakukannya dengan berbagai cara.
6. Gaya Mengajar Pemecahan Masalah
Gaya ini hampir sama dengan penemuan terpimpin, jika pada gaya penemuan terpimpin, peserta didik diarahkan untuk menemukan jawaban yang sama, dalam gaya pemecahan masalah, peserta didik dapat memberikan jawaban yang berbeda. Misalnya guru memberikan masalah “bagaimana caranya supaya kita dapat mendarat dengan aman dan sejauh mungkin dari posisi sebelum melompat?”

7. Gaya Mengajar Eksplorasi 
Gaya mengajar yang berpusat pada siswa, guru memberikan tugas gerak yang memungkinkan peserta didik untuk bergerak bebas melakukan tugas sesuai yang mereka inginkan. Guru hanya memberi sedikit arahan. Gaya ini dapat dipergunakan untuk mengenalkan suatu konsep, peralatan yang baru dikenal, atau untuk mengetahui apakah peserta didik menyukai tugas gerak. Misalnya: “Temukan berapa gerakan menendang bola yang bisa dilakukan?”

                              ii.            Permasalahan
·         Masalah yang sering terjadi?
Mengajar bagi sebagian orang adalah hal yang sangat membosankan,menjenuhkan dan tidak menantang. Sebab itu banyak yang membuat guru bosan mngajar karena peserta didik yang kurang pandai dalam menangkap pelajaran.  Dalam merencanakan strategi yang tepat, maka guru harus mengetahui kemampuan peserta didik dan memilih metode pembelajaran yang akan digunakan.
Guru memang tidak semuanya disenangi oleh siswanya. Sikap tidak senang siswa ini pada dasarnya bukan disebabkan oleh siswa itu sendiri, melainkan dari guru. Faktor ketidak senangan tersebut diantaranya adalah: guru tidak obyektif, guru malas, guru sering marah, guru tidak menghargai pendapat siswa, guru berwawasan sempit, guru tidak menguasai bidang studi yang diajarkan, guru tidak bermoral, dan termasuk guru yang tidak mempunyai gaya mengajar, yakni monoton dan membosankan. (tambahan di sumber buku “menjadi guru inisiator”Drs. Thoifuri, M.Ag.) hal 82-83
Faktor guru:
1. Sering guru hanya melakukan transfer ilmu, jarang mengadakan umpan balik secara langsung. Solusi: jika saya menjadi guru, akan lebih komunikatif dengan peserta didik sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi siswa.
2. Gaya mengajar guru seringkali monoton sehingga membosankan. Solusi: seharusnya guru lebih memahami masing-masing haya belajar siswa sehingga didapat kesesuaian antara gaya mengajar dan gaya belajar.
3. siswa: lapar, ngantuk, males, terlalu fokus sehingga seringkali konsentrasi pecah, mata pelajaran tidak menarik, cuaca panas


















                            iii.            Mengapa harus menyenangkan
·         Haruskah dalam mengajar menyenangkan?
Kalau menurut saya perlu karena guru mengajar manusia yang mempunyai titik jenuh dimana yang terlalu dijejali materi terus menerus akan bosan.
Jawabannya adalah YA, ketrampilan mengajar atau gaya dalam mengajar menjadi syrat mutlak  untuk efektifnya  sebuah proses mengajar belajar. Setiap guru pasti menginginkan agar materi yang diajarkannya mudah dimengerti dan dipahami oleh anak didiknya. Setiap guru past menginginkan sebuah perubahan terjadi pada anak didiknya atas apa yang diajarkannya, baik itu perubahan pola piker, khasanah pengetahuan, maupun perubahan pola sikap. (“Gaya mengajar yang menyenangkan siswa” Suparman S.)


                            iv.            Solusi
·         Harus memahami pesertadidik
Dengan memeahi peserta didik seorang guru akan tahu dimana yang harus diperjelas kepada siswa yang membutuhkan pengajaran lebih.
·         Melihat keinginan persertadidik
Tidak selamanya siswa memiliki kesukaan dan keinginan sama, ada juga siswa yang tidak suka matematika, untuk mengatasi hal tersebuh guru harus mampu membuat siswa itu menjadi suka matematika agar siswa itu ingin mempelajari pelajaran itu.

  







3.      Referensi
·         Menjadi Guru Inisiator (Drs. Thoifuri, M.Ag. / cetakan I, Merat 2008)
·         Gaya Mengajar yang Menyenangkan (Suparman S. / cetak I, Juni 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar