Galau
Vs Berkarya
Oleh:
Ratri Dwi Mareta
Galau…
galau merupakan suatu keadaan dimana
kita memikirkan masalah secara berlebihan. Secara pisikologis dan kesehatan
galau secara terus menerus akan menyebabkan gangguan pada tubuh karena hormon
yang diproduksi tubuh berlebihan, selain
itu galau juga bisa berdampak pada kehidupan orang tersebut karena selalu
berpikiran negativ pada otaknya.
Galau
bias terjadi pada siapa saja dari bayi sampai nenek-nenek, dari alay hingga
presiden, dari yang cantik sampai yang gak jelas cantik atau ganteng. Galau ini
bias menjangkit siapa saja bahkan hewan pun bisa saja galau.
Penyebab
galau itu banyak, ada yang galau karena tugas kuliah, galau karena kangker (
kantong kering) biasanya terjadi di lingkungan anak kuliah ketika tanggal tua
atau akhir bulan, galau putus cinta, galau LDR, galau karena lihat filem
mellow, galau karena tidak dapat uang, galau karena gebetan diambil temen dan
masih banyak lagi yang lainnya.
Tindakan
setiap orang ketika galau juga berbeda-beda, ada yang mengalihkan kegalauan
dengan bersepeda, mendengarkan music mellow, menangis di kamar, mengurung diri,
pergi berlibur, bunuh diri, membuat setatus alay di FB, Twitter, BBM, mendadak
alim bahkan ada yang ketika ditolak sama gebetan atau diputusin cari pengganti
lagi.
Galau
itu tidak harus melakukan tindakan yang tidak penting. Galau bisa kita alihkan
dengan berkarya. Berkarya apa saja asal tidak merugikan diri sendiri. Contoh
simpelnya kita bias mengembangkan dari hobi kita.
Keuntungan
memanfaatkan galau sangat banyak. Galau yang dimanfaatkan dengan positif bias
menguntungkan kita, misal ketika galau kita gunakan dengan menggambar, bermain
musik, merajut, bernyanyi, olahraga, menari, untuk yang suka menulis kita bisa
meluapkan kegalauan kita dengan membuat cerpen, novel, puisi, teks drama.
Sedangkan
galau yang tidak dimanfaatkan akan mengganggu kehidupan kita. Contohya galau yang
kita gunakan secara negativ atau tidak dimanfaatkan bisa membuat kita terpuruk
dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, seperti mengkonsumsi narkoba,
bunuh diri, atau melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik atau tidak pantas.
Di
luar sana banyak orang yang memanfaatkan galau dengan positif dan banyak pula galau bisa merubah orang
menjadi sukses. Contohnya billy boen
ketika Ia berusia 26 tahun ia sudah memimpin 3 perusahaan seperti JIC,
JIM serta membuat buku yang berjudul young on top. Buku young on top sangat
laris dan bias dijadikan sebuah inspirasi bagi kaum muda yang ingin maju ke
depan. selain billy boen ada juga mahasiswa dari salah satu universitas negeri di semarang. Ia
bernama Verian Edo Ananto. Ia memanfaatka kegalauannya dengan hobinya yaitu
menggambar animasi dan fotografi. Dari kegemaran serta hobinya dalam dunia
grafis ini, Ia mencoba melawan kegalauannya dengan dunia grafis. Meskipun hasil
jepretannya belum sebagus fotografer professional. Selain itu ada buku ketika
kerinduan memanggil “ antropologi puisi cinta “. Di dalam buku tersebut menceritakan
kegalauan setiap pengarangnya. Di dalamnya terdapat kegalauan-kegalauan yang
diluapkan dengan puisi. Buku ini disusun oleh siswa-siswi SMK Texmaco pemalang.
Ide ini berawal dari lima orang pengarang utama yaitu bu Kusyati selaku guru
Bahasa Indonesia, Sandi, Azis, Titi Mulyati dan Ratri Dwi Mareta.
Apakah
masa-masa hidupmu akan dihabiskan dengan bergalau??
Mari
sedikit-sedikit kita buat kegalauan menjadi sempurna untuk masa depan kita. Tidak
perlu dari hal yang rumit, mulailah dari hobi dan perasaan kegalauan kita. Kita
buktikan bahwa galau tidak perlu ke hal negative namun kita alihkan ke hal
positif.
Trimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar